Suatu ketika seorang ayah sedang memarahi anaknya karena tidak mendengar nasihatnya untuk tidak dekat-dekat dengan kolam renang yang dalam. Sang anak yang masih berusia tiga tahun tersebut hanya bisa menangis dan menangis.
Semakin ayahnya menasihati dia, anak ini pun terus menangis.
Hati sang ayah akhirnya luluh juga melihat tangisan dari anaknya. Bahkan perasaannya pun semakin pedih ketika anaknya memeluk dirinya sambil meminta maaf. Sang ayah pun akhirnya menurunkan badannya dan mulai menatap wajah putra kesayangannya itu yang telah dibanjiri oleh air mata. Sambil mengusapkan air mata anaknya, ayahnya berkata, "Nak, Ayah tahu kamu mau pandai berenang dan ayah mendukungnya. Tetapi, usia kamu masih sangat muda dan perlu bimbingan. Apa yang kamu lakukan tadi, bisa membahayakan jiwa kamu. Ada saatnya untuk kamu berada di kolam renang itu, tetapi tidak sekarang. Percayalah, bila saatnya itu tiba, ayah akan mengizinkan kamu berenang disana".
Si anak hanya menganggukkan kepala tanda mengerti apa yang diucapkan ayahnya dan tidak berapa lama kemudian senyum pun ia tunjukkan kepada ayah yang dikasihinya itu.
Seberapa banyak dari kita sering melakukan apa yang seperti anak kecil itu lakukan - tidak dengar-dengaran dan akhinya berujung kepada penyesalan? Dengar-dengaran disini ditujukan kepada gembala gereja Anda, orangtua Anda, pimpinan perusahaan Anda, bahkan terlebih besar lagi, kepada Allah yang Anda dan saya sembah.
Kita seringkali membangkang dari apa yang Tuhan perintahkan. Kita merasa nasihat yang Dia katakan adalah sebuah ketakutan yang tidak mendasar dari diri-Nya. Namun, sejalan dengan waktu, saat apa yang Tuhan sampaikan adalah benar adanya maka biasanya yang kita lakukan hanya menangis dan meminta-Nya mengampuni dosa yang kita lakukan.
Berhenti berbuat seperti itu dan mulai bangun iman Anda tiap-tiap hari. Taruhkan hidup Anda ditangan-Nya. Anda tidak akan menyesal ketika melakukannya karena Tuhan adalah Allah yang begitu mengenal Anda dengan baik - He knows you very well.
Tidak ada yang dapat mengenali diri Anda dengan sempurna selain Allah sendiri.
Mazmur 1:6
"Sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan."
Showing posts with label Mazmur. Show all posts
Showing posts with label Mazmur. Show all posts
Thursday, November 5, 2009
Wednesday, June 10, 2009
Pelangi Sehabis Hujan
Ketika awan mendung datang mendekat, aku menjadi takut
Kegelapan seakan menutupi semua rencana indahku esok hari
Tetapi ketika fajar menyingsing menyambutku
Dengan angin sepoi – sepoi dari timur dan embun pagi
Semua keraguanku pun lenyap
Dan aku menghadapi hari itu dengan penuh semangat.
Aku tidak pernah membatasi diriku
Untuk janji pada pagi hariku yang baru
Walaupun mungkin ada badai
Yang mengganti angin sepoi – sepoi di pagi hari
Ketika hal tersebut terjadi, aku menahan diriku
Aku melihat keluar dan mengamati cuaca
Aku berdoa dan melipat tanganku
Tuhan akan menolongku bertahan dalam badai
Seperti ku lihat dalam hidupku
Aku selalu penuh sukacita dan bersyukur
Sesungguhnya, tidak ada kesia – siaan hidup
Lihatlah, selalu ada pelangi setelah hujan
“Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!” (Mazmur 43:5)
Kegelapan seakan menutupi semua rencana indahku esok hari
Tetapi ketika fajar menyingsing menyambutku
Dengan angin sepoi – sepoi dari timur dan embun pagi
Semua keraguanku pun lenyap
Dan aku menghadapi hari itu dengan penuh semangat.
Aku tidak pernah membatasi diriku
Untuk janji pada pagi hariku yang baru
Walaupun mungkin ada badai
Yang mengganti angin sepoi – sepoi di pagi hari
Ketika hal tersebut terjadi, aku menahan diriku
Aku melihat keluar dan mengamati cuaca
Aku berdoa dan melipat tanganku
Tuhan akan menolongku bertahan dalam badai
Seperti ku lihat dalam hidupku
Aku selalu penuh sukacita dan bersyukur
Sesungguhnya, tidak ada kesia – siaan hidup
Lihatlah, selalu ada pelangi setelah hujan
“Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!” (Mazmur 43:5)
Subscribe to:
Comments (Atom)