Suatu kali seorang anak kecil datang menghampiri ibunya, katanya seperti ini, "Ma, aku mau ngebantu papa membetulkan mobil itu, tapi aku gak tahu caranya. Aku kan tidak mengerti tentang mesin. Nanti bukannya membantu malah ngerusakin lagi." Sang ibu yang melihat keinginan besar dari anaknya menjawab, "Nih, kamu bawa gelas air kasih ke papa sana," Tanpa disuruh dua kali, ia pun berjalan perlahan-lahan sambil membawa segelas air.
Tidak berapa lama kemudian sampailah di samping ayahnya yang sedang bekerja. Namun, saking seriusnya ayahnya tidak menyadari kehadiran si anak. Tidak kehabisan akal, si anak pun menepukkan tangannya ke paha sang ayah dan benar ayahnya pun menoleh kepadanya. Dengan tersenyum, anak kecil ini menyodorkan gelas berisi air kepada sang ayah. Terkejut dengan apa yang dilakukan anaknya, sang ayah menerima gelas tersebut dan meminumnya.
Setelah meminum air tersebut, sang ayah pun mengucapkan kata-kata terima kasih kepada si anak, "Terima kasih ya, Nak, udah bawain papa air minum. Apa yang kamu lakukan telah membantu papa sehingga papa tidak kehausan lagi dan bisa menyelesaikan memperbaiki mobil yang sedang rusak ini".
Seringkali kita pun berpikir sama dengan yang anak kecil itu pikirkan. Kita berusaha keras mencari bagaimana menyenangkan hati Tuhan dengan giat dalam pelayanan mimbar atau persekutuan yang menghadirkan ribuan jiwa. Kita merasa dengan melakukannya semuanya itu kita telah membuatnya tersenyum. Namun, ternyata Dia tidak terlalu memperhatikan itu.
Yang membuat Allah tersenyum adalah ketika Anda dengan setia mencari wajah-Nya setiap hari; tidak bersungut-sungut ketika mendapat pekerjaan yang sepertinya remeh yang diberikan oleh orang di keluarga, kantor, maupun gereja Anda. Semua itu mungkin terlihat sederhana bagi orang-orang dunia, tetapi Dia memperhitungkannya.
Ukuran Tuhan menilai Anda adalah kesetiaan, hanya itu.
Matius 25:21
"Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.
Showing posts with label Matius. Show all posts
Showing posts with label Matius. Show all posts
Thursday, November 5, 2009
Saturday, June 27, 2009
Aku Mendengarmu...
Anak-Ku, Aku tahu bahwa kadang kala kamu berdoa sekeras yang kamu dapat dan segalanya belum juga berubah sesuai dengan yang kamu doakan. Sehingga kamu heran dimana saja Aku berada selama itu. Apakah Aku mendengarmu? Tentu saja Aku mendengarmu.
Meskipun kamu tak dapat melihat-Ku, Aku selalu berada di sini. Aku tahu bahwa kadang-kadang hidup terasa tidak adil. Namun doa tidak bekerja seperti mesin soda ketika kamu memasukkan uang logam dan keluarlah kalengnya. Doa bekerja berdasarkan iman. Ketika kamu bingung, bawalah kepada-Ku bermacam-macam perasaan yang kamu miliki , dan Aku akan memberimu iman.
Iman bukanlah jalan keluar dari rasa sakit; namun membangun jalan melintasi rasa sakitmu. Iman tidak membuat hal-hal menjadi mudah, namun memberimu kekuatan tambahan pada masa-masa sulit. Iman dapat memindahkan gunung-gunung., bahkan gunung-gunung seperti kekhawatiran, kesepian, dan keputusasaan. Biarlah Aku memperkuat imanmu.
Sahabatmu Yang Setia,
Tuhan
Sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, maka gunung ini akan pundah, dan tidak ada yang mustahil bagimu (Matius 17:20)
Meskipun kamu tak dapat melihat-Ku, Aku selalu berada di sini. Aku tahu bahwa kadang-kadang hidup terasa tidak adil. Namun doa tidak bekerja seperti mesin soda ketika kamu memasukkan uang logam dan keluarlah kalengnya. Doa bekerja berdasarkan iman. Ketika kamu bingung, bawalah kepada-Ku bermacam-macam perasaan yang kamu miliki , dan Aku akan memberimu iman.
Iman bukanlah jalan keluar dari rasa sakit; namun membangun jalan melintasi rasa sakitmu. Iman tidak membuat hal-hal menjadi mudah, namun memberimu kekuatan tambahan pada masa-masa sulit. Iman dapat memindahkan gunung-gunung., bahkan gunung-gunung seperti kekhawatiran, kesepian, dan keputusasaan. Biarlah Aku memperkuat imanmu.
Sahabatmu Yang Setia,
Tuhan
Sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, maka gunung ini akan pundah, dan tidak ada yang mustahil bagimu (Matius 17:20)
Subscribe to:
Comments (Atom)